Iman yang sempurna

Al-Faidh bin Ishaq berkata bahwa beliau mendengar Al-Fudhail berkata:

Seorang hamba tidak akan menggapai hakikat iman kecuali setelah menganggap musibah sebagai nikmat, nikmat sebagai musibah, tidak peduli dengan dunia yang dinikmati dan sama sekali tidak ingin mendapatkan pujian kerana ibadah kepada Allah Ta’ala yang ia kerjakan.

Hilyatul Auliya’, 8:94

Perumpamaan Dunia dan Akhirat


Al-Mustaurid bin Syaddad رضي الله عنه berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ

Tidaklah dunia bila dibandingkan dengan akhirat kecuali hanya seperti salah seorang dari kalian memasukkan sebuah jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia melihat apa yang dibawa oleh jari tersebut ketika diangkat?

Hadis Riwayat Muslim